Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 02-06-2017 | 22:18:24
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : "BAWALAH DAMAI KEPADA MEREKA"

Yoh 20:19-23, Minggu, 4 Juni 2017

Udara segar dan hari cerah tetapi saya tidak tahu apa suasana hati anda saat ini? Dalam suassana batin yang tidak jelas warna akan terasa sulit bagi anda untuk menerima pernyataan ini‘Bawalah damai kepada mereka’. Mendengar ataupun membaca kata-kata ini mestinya kita disadarkan akan situasi model mana yang sedang menggetarkan senar kehidupan kita. Disadari ataupun tidak, kita sedang berada dalam satu dunia yang memprihatinkan entah karena orang-orang yang menghuninya sedang dalam situasi itu ataupun karena situasi yang menyeli-muti mereka kurang bersahabat sehingga merekapun tidak lagi merasa optimis dengan adanya hari esok yang lebih baik sehingga cerahnya mentari pagi tidak lagi memberikan kesegaran tetapi justeru membangunkan manusia dengan seribu satu beban entah itu di pundaknya ataupun dalam benaknya. Hari baru bukannya membawa semangat baru tetapi justeru membuat manusia enggan beranjak dari tempat tidurnya dan terus bermimpi tentang hidup bahagia ke-timbang bangun dan harus berhadapan dengan segala kerumitan hidup ini. Selain itu, kita juga harus menyadari bahwa kata-kata ini hendak menegaskan bahwa kehadiran kita belum mampu membawa dan memberi rasa damai kepada mereka yang berada di sekitar kita. Kita hadir dalam kebersamaan bukannya untuk mengurai benang kusut kerumitan hidup ini tetapi justeru semakin memperumit situasi yang ada. Kata-kata ini mengingatkan kita akan apa yang sebenarnya mesti kita lakukan dalam dan untuk sebuah kebersamaan.

Hari ini, kita merayakan pesta pentekosta, pesta Roh Kudus turun atas para rasul, atas kita semua. Dia diutus untuk membaharui dunia mulai dengan membaharui hati masing-masing kita. Dia datang sebagai duta kehadiran Kristus untuk membawa kita kembali ke jalan yang benar, ke hidup yang jauh lebih baik. Bila wakil-wakil kita tidak lagi dipercaya karena tidak lagi berhati dan tidak punya keberanian menentang ketidakadilan dan ketidakbenaran, duta yang satu ini sungguh dapat dipercaya, yang penting kita membuka pintu hati kita terhadap kehadirannya. Bila wakil-wakil kita tidak dapat dipegang janjinya, kehadiran Roh ini membuktikan bahwa Yesus tidak pernah ingkar janji. Dengan ketujuh karunia-nya, dia hadir untuk menyalakan kembali api kasih dalam hati kita yang mulai padam yang merupakan sumber segalanya. Padamnya api kasih telah menempatkan manusia dalam situasi yang menggelisahkan; sukuisme, peperangan, per-tengkaran, penipuan, manipulasi, dendam, curiga dan cemburu adalah produk situasi ini. Kita tinggal dalam satu dunia yang terbuka dengan pintu dan jendela yang tertutup rapat sehingga kita tidak dapat mengikuti apa yang sedang terjadi di luar sana. Dia datang untuk mengisi kembali ruang hati kita dengan kasih dan keberanian untuk bertindak menentang segala bentuk ketidakadilan dan ketidakbenaran; membersihkan ruang hati kita yang telah dipenuhi oleh roh-roh lain yang menceraiberaikan. Bertiup ke mana saja ia kehendaki melampaui batas daerah, suku, budaya dan bangsa, kehadirannya mengajak kita untuk bersatu, melihat yang lain dengan mata kasih, mendorong kita untuk menghancurkan berbagai tembok tak kelihatan yang memisahkan kita dengan kita, kita dengan mereka yang lain. Dia datang agar damai sejahtera yang kita dambakan dapat kita nikmati. Mengubah kehadiran kita yang adalah duri dalam daging kehidupan sesama menjadi pembawa damai, kasih dan kegembiraan yang menghidupkan. Selain itu, kehadirannya juga mengingatkan kita akan tugas yang mesti kita jalankan sebagai orang-orang kristen. Seperti dia, kehadiran kita diharapkan dapat membaharui semangat juang sesama, menyalakan kembali api kasih dalam hati mereka dan mendorong mereka untuk mencintai keadilan dan kebenaran. Pada saat dia turun ke atas para murid mereka kembali membuka pintu dan jendela rumah dan mampu memahami apa yang dikatakan orang dalam berbagai bahasa. Di sini hendak ditunjukkan bahwa keterbukaan kita terhadap kehadirannya mampu membuat kita membuka diri terhadap dunia dan keterbukaan yang tulus memungkinkan kita untuk menerima dan memahami siapa saja tanpa harus mengetahui bahasa mereka. Karena kita berbicara dengan hati bukan cuma dengan kata-kata tanpa mengikutsertakan hati.

Perayaan hari ini sangat bermakna buat gereja, bagi kita. Sebagaimana para murid dikuatkan, diberanikan untuk keluar dari persembunyiannya dan siap mewartakan kabar gembira dalam aneka bahasa, kita yang menerima kedatangannya saat ini diharapkan dapat melakukan hal yang sama. Kitapun diminta untuk keluar dari dunia kita yang sempit, menjumpai sesama yang btengah digelisahkan situasi dunia ini. Di mana kita hadir di sana hendaknya sesama merasakan damai sejahtera dan membuka dirinya untuk kehadiran orang lain. Ke mana saja kita pergi ke sana mestinya keadilan dan kebenaran menjadi bawaan kita yang utama. Kalau kita tidak bisa menjadi pembawa damai sejahtera, biarlah kita menyediakan hati kita untuk damai sejahtera yang ditawarkan kepada kita. Kalau kita tidak bisa menerima damai sejahtera yang ditawarkan, jangan pernah merusak kedamaian yang sedang bertamu di ruang hati sesama.

 

[ back ]
footer2.jpg