Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 27-05-2017 | 03:51:50
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : JADIKAN HIDUPMU SATU PESAN

Yoh 17:1-11, Minggu, 28 Mei 2017

Segala sesuatu yang ada, ada dalam relasinya dengan yang lain. Kenyataan ini akan lebih dipahami bila kita memahami apa yang dikatakan teori system; dalam satu system ada berbagai jaringan yang saling berkaitan. Karena itu getaran pada satu jaringan akan menggetarkan jaringan lain dan pada akhirnya system sebagai induk jaringan itu akan turut bergetar. Inilah yang membuat mengapa kita sulit memungkiri bahwa kita tidak dapat hidup sendiri bahkan di saat kita merasa sendiri, kita toh tidak sendirian karena kesendirian kita hanya bisa disadari bila dikaitkan dengan yang lain. Seperti sebuah tangga nada menjadi tidak lengkap atau sebuah syair lagu tidak sedap didengar bila ketiadaan nada 2, 6 dan 7. Dapatkah anda bayangkan bagaimana wajah dunia ini bila tidak ada relasi/komunikasi. Kita adalah makhluk komunikatip, hidup kita merupakan satu rangkaian komunikasi. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi bahkan di saat kita menolak untuk berkomunikasi saat itupun terjadi komunikasi karena sikap kita mengisyarakan adanya pesan kepada yang lain. Melalui komunikasi kita mengekspresikan diri, mengenal dunia dan sesama. Kita menemukan makna keberadaan kita dan keberartian yang lain bagi diri kita dalam proses menjadi diri sendiri. Tanpa komunikasi persatuan tidak mungkin, memahami yang lain hanyalah satu utopi, perbedaan akan mudah menajdi alasan sebuah konflik dan kita akan nampak seperti patung-patung berjiwa. Untuk meyakinkan diri anda akan kekuatan magis sebua komunikasi, angkatlah telepon anda tekanlah nomor re, la dan si. Dan saat itu akan terjadi mukjisat segalanya akan berubah.

Aneh memang saat kita merayakan hari komunikasi, kitab suci memaparkan suasana per-pisahan Yesus dengan para muridNya. Pada momen yang mengiris kalbu itu dalam nada yang begitu sentimentil Yesus mengungkapkan harapan dan kecemasanNya tentang nasib para murid-Nya; apa tugas mereka dan apa yang perlu mereka waspadai. Di mana saja mereka berada di sana mereka harus menjadi pemersatu. Hal ini diingatkan Yesus, karena kebersamaan mereka dibentuk dari aneka motivasi dan beragam keunikan sehingga kebersamaan mereka mudah diceraiberaikan. Di sini komunikasi yang terbuka dan jujur mesti menjadi jiwa relasi mereka seperti apa yang didoakan Yesus. Melalui komunikasi yang jujur dan terbuka, dilandasi kerendahan hati untuk menerima dan menghargai kehadiran yang lain, persatuan/kebersamaan mereka akan lestari, kesalahpahaman dan aneka konflik yang menceraiberaikan dapat dihindari. Pola hidup seperti ini akan memungkinkan yang lain yang menyaksikannya dapat menggabungkan diri bukan hanya karena pewartaan mereka tetapi lebih oleh hidup mereka yang komunikatif. Sampai di sini bagaimana dengan komunikasi di antara kita? Apakah sarana komunikasi yang ada kita gunakan untuk medekatkan kita dengan kita ataukah semakin memperlebar jurang di antara kita? Di mana saja kita hadir di sana hidup kita mesti merupakan satu bentuk pewartaan, menyadari adanya keanekaan, menghargai adanya perbedaan dan berusaha agar kehadiran kita semakin mempererat ikatan kebersamaan yang ada. Perayaan komunikaasi sedunia, mengisyaratkan bahwa pola komunikasi kita perlu dirumuskan kembali, pe,manfaatan saran komunikasi yang ada perlu dievaluasi dan penggunakan komunikasi dan sarananya untuk menyebarkan kebaikan dan mempererat persatuan perlu ditingkatkan. Hal ini ditekankan karena kehadiran kita belum membawa pesan keselamatan, kehadiran kita lebih banyak mengaburkan nilai-nilai kekristenan ketimbang memperjelas apa yang sesama tahu tentang Allah. Allah yang kita imani belum dipermuliakan lewat hidup dan pelayanan kita, karena kita lebih banyak membangun kemuliaan diri/kerajaan kita di atas penderitaan sesama. Kita mengenal Allah tetapi hidup kita jauh lebih buruk dari mereka yang tidak mengenal Allah. Tetapi kisah hidup kita belum berakhir, kita masih punya peluang meresi alur ceritera yang kita buat.

Kita adalah pengikut Yesus, kita mengenal Dia tetapi tidak semua kita memhami merasakan kecemasan dan harapanNya. Dunia yang telah banyak menderita membutuhkan kesaksian kita. Kekerasan dunia ini membutuhkan sentuhan kelembutan kasih kita. Banyak orang ingin mengenal Allah yang kita kenal tetapi kita tidak memperkenalkan Dia karena kita takut kehadiran Allah yang kita imani akan menjadi penghalang perwujudan ketamakan dan kerakusan kita. Hanya perlu diingat, apapun yang kita buat kita tidak akan mampu mengikis tanda pengenal yang telah kita kenakan. Panggilan akan terus bergaung mengetuk pintu hati kita, kita harus merubah dunia mulai dengan merubah pola komunikasi kita. Dan saat itu persatuan dan kesatuan bukan mustahil dapat kita bangun.

[ back ]
footer2.jpg