Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 12-05-2017 | 23:17:23
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : "JADILAH JALAN, KEBENARAN DAN HIDUP"

Yoh 14:1-12, Minggu, 14 Mei 2017

Ada aneka jalan dalam hidup ini, ada banyak soal berhubungan dengan kebenaran dan hidup terkadang tidak menjanjikan bahwa apa yang kita impikan dapat menjadi kenyataan. Membuka isolasi daerah terpencil, dibutuhkan jalan entah itu jalan besar ataupun setapak yang menghubungkan tempat yang satu dengan tempat yang lain. Walaupun ada banyak jalan tetapi terkadang kita kehilangan arah hidup. Banyak orang jaman ini tidak menemukan jalan pulang, mereka kehilangan gambaran yang benar tentang peta kehidupan. Gambaran yang benar telah mempunyai nilai jual yang hanya bisa dibeli oleh mereka yang berduit di mana fakta dapat di-sulap menjadi fiksi dan yang fiktif bisa dirubah jadi fakta. Kenyataan ini menjadi sebab tidak sedikit orang kehilangan daya hidup; hidup tidak lagi punya daya tarik untuk dihidupi/dijalani. Jadilah jalan, kebenaran dan hidup; satu seruan yang mengingatkan kita akan panggilan kita sebagai orang-orang beriman. Kita disadarkan untuk menjadi jalan pulang atau sarana yang mempertemukan mereka yang terceraiberai, kitalah pembawa kebenaran di mana kenyatan gampang dimanipulasi, meluruskan relasi antara apa yang kita pikirkan dengan yang ada dalam realitas dan menjadi pembawa semangat hidup bagi sumbuh kehidupan yang mulai pudar nyalanya.

Pernahkah anda mengalami pahitnya sebuah perpisahan; ruang kosong tercipta, ada suasana yang sulit dibahasakan dan ada rasa aneh yang tidak mudah dijelaskan. Mengetahui cuaca hati para muridNya saat menjelang perpisahan, Yesus meminta agar para muridNya tidak gelisah. Ia meminta mereka untuk percaya kepadaNya. Di sini kegelisahan dan kepercayaan dipertentangkan. Kegelisahan bisa mengakibatkan orang sangsi, ragu-ragu dan tidak percaya atau hilang rasa percaya; percaya diri ataupun percaya terhadap orang lain. Sebaliknya orang mulai mencurigai yang lain. Bila mereka sampai tidak percaya/kehilangan kepercayaan berarti keha-diranNya di antara mereka tidak berarti. Sebaliknya bila mereka percaya, kegelisahan tidak akan menjadi batu sandungan dan di sana kehadiranNya mempunyai arti. Untuk meyakinkan mereka Ia mengatakan bahwa Ia adalah jalan, kebenaran dan hidup. Ia adalah jalan kepada Bapa, jalan pulang bagi mereka yang tersesat. Ia adalah kebenaran karena Ia adalah sumber kebenaran itu sendiri; pada diri dan kehadiranNya orang dapat menemukan bahwa apa yang Ia katakan ialah apa yang Ia hidupi dan apa yang Ia hidupi itulah yang dikatakanNya. Ia adalah hidup karena yang percaya kepadaNya akan beroleh hidup; di mana Ia hadir di sana mereka yang kehilangan daya juang kembali memperoleh semangat untuk hidup. Lewat kisah ini, kita diingatkan untuk berhati-hati dengan kegelisahan yang kita miliki karena kegelisahan dapat melunturkan kepercayaan kita dan membuat kita kehilangan orientasi hidup. Selain itu, kisah ini mengangkat kembali apa yang mesti dilakukan setiap orang kristen dalam kebersamaan; kita mesti menjadi jalan pulang bagi mereka yang tersesat, kita harus menjadi sarana yang dapat mempertemukan mereka yang terpisah oleh aneka alasan. Kita mesti mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran di mana nilai kebenaran dapat ditukar dengan sejumlah uang bukannya menjadi agen-agen yang menjual lembaran-lembaran kebenaran. Kita menjadi menjadi pembawa semangat baru bagi mereka yang telah kehilangan semangat hidupnya; bukan di mana kita hadir, kita membawa sesama kepada ketersesatan, memutarbalikkan kebenaran dan membuat mereka mati perlahan-lahan selagi mereka bernafas. Kita ada dalam kebersamaan untuk menjadi jalan kebenaran dan hidup. Dan ini hanya mungkin bila kita mau melakukan apa yang dilakukanNya; menjalankan apa yang dikehendaki oleh Bapa.

Dalam nama Allah, kita telah dibaptis tetapi tidak semua kita sungguh-sungguh percaya akan Tuhan sehingga begitu sering kita kehilangan daya juang dan menjadi musuh kebenaran. Sebagai orang-orang beriman, melihat situasi yang sedang menggetarkan senar kehidupan kita; kita mesti merasa terpanggil untuk menjadi mata jalan, kompas kehidupan yang dapat mengarahkan perahu kehidupan sesama menepi ke pelabuhan yang aman. Di mana kebenaran dapat diperjualbelikan, di sana kita mesti hadir membawa kebenaran yang benar bukan hasil rekayasa imajinasi dan kepicikan kita. Di mana sesama mulai kehilangan daya hidup, kehilangan harapan di sana kita mesti hadir dan mengingatkan mereka bahwa harapan mereka akan hari esok yang lebih masih tetap hidup dan kegelisahan bukanlah kunci penyelesaian setiap soal. Kalau kita percaya bahwa Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup, kita juga harus menunjukkan bahwa kita mampu menjadi jalan, kebenaran dan hidup bagi sesama bukan hanya dalam kata tetapi juga lewat hidup kita. Hanya dengan jalan ini, mereka dapat percaya bahwa Yesus sungguh jalan, kebenaran dan hidup bagi setiap kita.

 

[ back ]
footer2.jpg