Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 05-05-2017 | 22:50:48
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : "KITA ADALAH GEMBALA"

Yoh 10:1-10, Minggu, 07 Mei 2017

Berbicara tentang gembala, mungkin saja anda teringat akan kambing-kambing, ternak gembalaan anda yang masih terikat di kandang ataupun sedang ditahan di pos PolPP lantaran ternak-ternak ini dibiarkan berkeliaran merusak tanaman tetangga atau merusak keindahan kota. Atau mungkin saja pembicaraan membawa akan ke masa lampau, mengingatkan anda akan situasi Timor puluhan tahun silam sebagai padang ternak atau akan program pemerintah daerah untuk mengembalikan NTT sebagai gudang ternak. Di sisi lain, berhubungan dengan diri kita sebagai orang-orang beriman, pembicaraan ini bisa saja membuat anda terkenang akan hidup dan karya para misionaris dulu; pastor ataupun pendeta yang begitu rajin menjalankan tugas kegembalaannya tanpa peduli dengan cuaca dan jauhnya jarak mereka yang akan dikunjungi. Dari lukisan kenangan ini, kita menemukan bahwa sebagaimana Timor dahulu dan sekarang jauh berbeda demikian juga potret para gembala dahulu dan sekarang jauh berbeda; kalau dahulu aktivitas mereka di-abadikan dalam warna hitam putih kalau sempat dan ada sarana, saat ini segala aktivitas kecil bisa dibesar-besarkan dan terpampang di aneka media, bukan hanya dalam warna tetapi juga dalam dimensi, bukan hanya audio tetapi ada audio dan video. Kalau itu, gambaran gembalanya, lain lagi dengan kondisi gembalaannya. Kalau dulu gembalaannya, umatnya, jemaatnya begitu penurut, kata-kata gembala adalah titah yang harus dijalankan, sekarang semua perlu diskusi dan dikaji secara kritis. Inilah gambaran yang kita dapatkan dengan membandingkan situasi dulu dan sekarang. Kita tidak dapat kembali ke masa lampau dan mengatakan jaman dulu jauh lebih baik; karena masing-masing dengan takarannya sendiri. Tetapi dari masa lalu kita bisa belajar, menimbah hal-hal yang positif bagaimana membuat situasi saat ini menjadi jauh lebih baik. Karena itu, tema ‘kita adalah gembala’ diangkat. Kalau setiap kita mampu menggembalakan diri sendiri, kita tidak lagi butuh banyak gembala. Dan mengembalakan diri sendiri adalah panggilan setiap kita yang harus kita jalankan.

Kita sedang berada dalam masa Paska, pesta perubahan, perjalanan membangun satu hidup baru, satu dunia baru, dunia yang dijiwai oleh cinta yang mengabdi tanpa pengkotakan. Bukan satu kebetulan dalam masa ini, pada hari minggu ini, kita abdikan seluruh doa dan harapan kita pada panggilan untuk mengabdi gereja. Hari ini kita merayakan hari minggu panggilan, hari minggu yang dikhususkan pertama-tama untuk mendoakan para misionaris, para gembala di mana saja mereka berkarya agar mereka dapat hidup dan berkarya seperti Yesus sang gembala agung diserapi semangat pesta Paska. Kedua, pada hari ini kita diajak untuk berdoa memohon Tuhan membuka hati kita, hati keluarga-keluarga Kristen, hati para pemuda dan pemudi untuk menyerahkan diri dalam panggilan khusus mengabdi kepada sesama di mana saja mereka akan diutus. Ketiga, pada hari ini kita diingatkan bahkan mungkin disadarkan akan panggilan kita; bahwa masing-masing kita dipanggil menjadi gembala lewat peran yang kita lakonkan dalam kebersamaan. Kalau setiap kita bisa mengembalakan diri sendiri, kita tidak lagi butuh banyak gembala. Sampai di sini, kita diundang untuk melihat ke dalam diri kita masing-masing dan bertanya mengapa kita masih membutuhkan banyak gembala? Dan ada pertanyaan yang yang mesti kita jawab, mengapa pernyataan Yesus kepada Petrus “gembalakan domba-dombaKu”, dirubah menjadi “dombakanlah gembala-gembalaKu”? Pertanyaan ini jangan kita tujukan kepada orang lain tetapi kepada diri kita sendiri karena masing-masing kita adalah gembala. Ini berarti ada hal-hal yang perlu dibereskan dalam diri kita sesuai dengan peran ini. Dan untuk itu hari ini Yohanes memberi kita jalan keluar dari masalah ini. Pertama, tugas mengembalakan hidup ini akan bebas kendala, bila kita saling mengenal; kenal diri dan tahu siapa saja yang mengitari kita. Dengan saling mengenal kita tahu menempatkan diri dalam kebersamaan dan tahu pula yang mesti kita lakukan dalam dan untuk sebuah kebersamaan. Kedua, tugas mengembalakan kehidupan ini akan berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan kalau kita mau saling mendengarkan. Di sini kita butuh keterbukaan dan kerendahan hati. Ketiga, tugas mengembalakan kehidupan ini akan membawa kita kepada kehidupan bersama yang lestari bila kita punya kerelaan untuk berkorban; mengutamakan kebersamaan di atas segala-galanya.

Tidak mudah menggembalakan diri sendiri dan akan sama sulitnya menjadi gembala bagi satu kawanan. Tetapi sebagai orang beriman, kesulitan tidak boleh jadi alasan untuk membendung usaha kita menjadi gembala yang baik dalam kebersamaan. Hari ini hari minggu panggilan, di mana kita diingatkan akan tugas dan tanggung jawab kita sebagai orang-orang kristen, sebagai orang-orang yang terpanggil. Dunia masih membutuhkan banyak gembala karena dunia telah kehilangan banyak gembala yang baik. Kita ditantang untuk menjawabi kenyataan ini. Bila kita tidak sanggup menjadi gembala yang baik dalam kebersamaan biarlah kita berusaha menjalankan peran kita dengan penuh tanggung jawab. Boleh jadi kita bukan gembala yang baik bagi sesama tetapi kita akan mendapat tempat khusus dalam kebersamaan karena kita kenal siapa kita, di mana tempat kita dan apa yang mesti kita lakukan. Kalau masih ada kesulitan, apapun kita, berusahalah menjadi gembala yang baik bagi diri sendiri.

“Kalau kita bisa menggembalakan diri sendiri, dunia ini akan jadi lain”.

[ back ]
footer2.jpg