Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 11-11-2016 | 21:03:06
By : ERMINOLD MANEHAT
Theme : JANGAN HANYA MENGAGUMI

Lukas 21:5-11; Minggu, 13 Nopember 2016


Saya tidak tahu pasti tetapi saya dapat menduga bahwa dalam hidup ini tentu saja anda punya orang-orang yang anda kagumi entah karena tampangnya ataupun mungkin karena hidup dan penampilannya. Mengagumi sesuatu-sesorang adalah sesuatu yang sangat manusiawi karena kita suka akan hal-hal yang menarik, kita punya orang orang-orang yang dijadikan idola atau panutan. Tetapi hal ini tidak boleh hanya sampai berhenti pada rasa kagum belaka. Selain memiliki rasa kagum, kita punya tugas untuk bisa menyerap hal-hal positif dari kehadiran apa ataupun siapa yang kita kagumi dan berusaha melestarikan nilai-nilai itu karena ada seribu satu kemungkinan nilai-nilai ini dikaburkan oleh kehadiran aneka pilihan dan tawaran yang membingungkan. Kita juga mesti memiliki alasan-alasan yang masuk akal mengapa kita mengagumi hal-hal itu dan punya sikap awas jangan sampai kita mengagumi hal-hal yang punya dampak negatif karena tidak semua yang dikagumi punya nilai positif; kita bisa saja mengagumi seorang pembunuh dan terlanjur tertarik pada sebuah senjata pembunuh massal entah itu karena bentuknya ataupun karena kedahsyatannya dalam memusnahkan musuh. Pendek kata kita perlu mewaspadai kekaguman kita karena kemungkinan penyesatan selalu ada dan perlu diperhitung-kan. Ingat, indera bisa menipu anda. Jangan terpesona dengan kesan sesaat.

Kerajaan Allah; suasana bahagia begitu sering diulang entah itu karena situasi ini adalah impian setiap kita ataupun karena kehadirannya semakin tidak terasa dalam keseharian kita; hilang di bawah bayang-bayang gedung-gedung pencakar langit atau ditelan gemerlapnya kemajuan jaman. Ketika mendengar orang mengagumi keindahan bangunan Bait Allah, Yesus justeru mengingatkan mereka akan fananya bangunan itu; “akan datang masanya tidak akan dibiarkan satu batupun berada di atas batu yang lain”. Di sini Yesus hendak menegaskan bahwa yang terpenting bukan mengagumi indahnya bangunan bait Allah tetapi menghargai kehadiran dan fungsi bait Allah dalam hidup mereka sebagai orang-orang beriman. Apa artinya keindahan itu, bila tidak difungsikan untuk merubah kisah hidup ini? Di sini hendak dikatakan bahwa kita jangan berhenti pada sikap kagum semata; kekaguman kita harus punya dampak, daya rubah terhadap hidup kita sendiri. Yang penting bukan bangunan itu tetapi untuk apa bangunan itu hadir dalam kehidupan kita. Sebuah rumah dibangun untuk mempersatukan penghuninya. Apa artinya rumah itu bila orang-orang yang berteduh di bawah atapnya berusaha mempertajam perbedaan yang ada? Keindahan bangunan bait Allah akan semakin berlipat ganda bila mereka yang memfungsikannya memiliki hidup yang punya daya rubah, punya pesan keselamatan. Di mana mereka hadir di sana kerinduan akan kerajaan Allah semakin dikobarkan dan keinginan untuk hidup baik semakin dihargai. Ingat, kerajaan Allah lebih berhubungan dengan pengalaman batin manusia; ia hanya bisa dialami dan dirasakan. Kerajaan Allah, kebahagiaan sungguh ada dan ia diperuntukan bagi kita semua. Walaupun demikian tidak semua kita akan mengalaminya, menikmati suasananya. Di sini yang terpenting bukan kapan kita akan mengalaminya tetapi apa yang mesti kita lakukan untuk mengalaminya. Karena berhadapan dengan suasana yang satu ini kita mesti menentukan sikap yang jelas; meninggalkan hidup kita yang lama dan bersikap waspada karena kita bisa saja dikelabui oleh hal-hal semu. Kerajaan Allah, kebahagiaan berkembang dalam dunia nyata tempat kita ada dan mengais hidup, dalam diri kita, dalam relasi yang kita jalin dengan orang lain, dalam tugas-tugas harian kita. Dia merupakan satu realitas masa datang yang sudah harus mulai dibangun sekarang dan di sini. Dan kebahagiaan tidak akan dinikmati oleh sebuah hati yang gelisah, dia hanya bisa dialami oleh sebuah hati yang jernih, hati yang senantiasa berjaga. Karena hanya mereka yang berjaga-jaga, mengisi penantiannya dengan melakukan kebaikan yang akan ikut bersama Anak manusia saat Dia datang untuk mengadili dunia. Saat itu, yang menentukan bukan keindahan bait Allah tetapi keindahan hidup dan kehadiran kita yang punya pesan, punya daya rubah.

Kita rindu menikmati suasana bahagia, kerajaan Allah yang menjadi impian setiap orang beriman. Perulangan kisah tentangnya mesti dilihat sebagai satu anugerah karena ia mengingatkan kita akan apa yang mesti kita kejar dalam hidup ini. Dialami tidaknya suasana kerajaan Allah tidak ditentukan oleh berapa lama kita menanti atau besarnya kekaguman kita akan bait Allah tetapi oleh apa yang kita lakukan selagi menanti. Cepat atau lambat kehadiran kerajaan Allah cuma soal waktu, tetapi untuk itu kita mesti berjuang mengalahkan diri, melayani sesama dengan cinta yang mengabdi dan membiarkan kerajaan Allah bertumbuh dalam diri kita.

[ back ]
footer2.jpg