Alkitab Interlinear
ekaristi.org


:  -


Failed to Get RSS Data
Post at : 05-10-2009 | 03:42:53
By : Erminold Manehat, SVD
Theme : ‘HATI-HATI TERHADAP AKTIVISME’
(Lukas 10:38-42, Selasa, 6 Oktober 2009)

Pernahkah anda berpikir bahwa hidup ini adalah usaha mencari keba-hagiaan yang hidup hilang? Pertanyaan ini mengisyaratkan bahwa yang kita cari dalam hidup ini adalah sesuatu yang pernah ada. Kita ingin menemukannya dan membangunnya kembali. Peran yang mesti kita lakonkan telah kehilangan makna, kehadiran kita sudah tidak lagi membawa nilai tambah bagi kehidupan sesama. Sebaliknya di mana kita hadir di sana nilai-nilai luhur yang diwarisi perlahan-lahan kehilangan makna. Kita hidup dalam kebersamaan bukannya untuk meles-tarikannya tetapi untuk merusaknya dari dalam. Dalam kehidupan bersama, sesa-ma hanyalah batu loncatan untuk menggapai apa yang kita impikan. Kita begitu sibuk mengejar apa yang kita impikan lalu lupa bahwa kadang kita butuh waktu untuk berdiam diri, menyadari dunia kita, memahami kehadiran yang lain. Banyak komunitas hidup bersama tidak lagi menjadi gambaran yang baik bagaimana hidup bersama yang diimpikan karena anggota-anggotanya semakin individualistis, mengejar popularitas pribadi dan meninggalkan misi bersama. Mengatasnamakan komunitas untuk memasyhurkan diri sendiri. Hidup dalam kebersamaan untuk kepentingan pribadi dan tidak jarang kebersamaan dikorbankan demi kesenangan diri. Hidup kita ibarat sebuah kapal yang selalu mengarungi lautan tetapi tidak pernah tahu bahwa air laut yang mengapungnya asin rasanya.

Ada dalam kebersamaan dan mau mengartikan kehadiran kita dalam kebersamaan, kita mesti melakukan sesuatu. Tetapi di sini, kita perlu berhati-hati terhadap aktivitas yang berlebihan/aktivisme. Ini berarti kita perlu melihat ataupun membuat gradasi nilai dari setiap aktivitas yang kita jalankan. Mengapa kita perlu mewaspadai hal ini? Karena aktivisme dapat dan mungkin juga secara perlahan tetapi pasti merubah peran manusia menjadi robot, di mana kita tidak lagi menikmati apa yang kita lakukan, manfaatnya bagi diri ataupun sesama, kita tidak punya waktu untuk diri sendiri, tidak punya kesempatan untuk mengevaluasi diri dan nilai kebersamaan diabaikan. Dan begitu sering, kita cenderung menilai sesama bertolak dari diri kita sendiri, kita menjadikan diri kita sebagai standar hidup orang lain. Tidak jarang kita begitu aktif di luar sampai kita lupa akan tugas kita di rumah sendiri sehingga mungkin saja kita begitu populer di luar rumah tetapi tidak banyak berarti di rumah sendiri, ujung-ujungnya kita menjadi asing bagi orang-orang yang seharusnya kita dekati dan kita sendiri asing bagi diri sendiri. Banyak anak yang terlantar nasibnya, kurang diperhatikan karena orang tuanya lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada usaha mengejar materi dan kedudukan. Di sini kehadiran kita dalam kebersamaan dan apa yang kita lakukan punya nilai yang sama. Kadang orang lebih membutuhkan kehadiran kita ketimbang apa yang kita lakukan untuk mereka. Hal ini, jelas terlihat dalam kisah Yesus, Marta dan Maria. Marta begitu sibuk menyiapkan meja sedangkan Maria duduk dan mendengarkan Yesus. Dalam kisah ini, Yesus tidak melihat sesuatu yang buruk dari apa yang dilakukan Marta ataupun meremehkannya, Dia hanya mau menandaskan bahwa perlu dijaga keseimbangan antara aktivitas kita dan pencarian waktu luang untuk mendengarkan dan menyadari kehadiran orang lain karena kita tidak hidup sendiri dan kita tidak hidup untuk diri sendiri. Kita harus kerja untuk bisa hidup tetapi hidup tidak hanya bergantung semata-mata dari apa yang kita kerjakan. Kita juga butuh waktu untuk mendengar entah diri sendiri atau orang lain demi perkembangan diri kita. Tenggelam dalam kerja membuat kita lupa diri dan kehadiran sesama. Karena itu aksi kita perlu diimbangi dengan kontemplasi, usaha untuk mengevaluasi sudah sejauh mana apa yang kita lakukan bermanfaat untuk diri dan sesama.

Tahukah anda bahwa di jaman ini peranan kita dalam kebersamaan diper-tanyakan dan tidak sedikit pengikut kristus yang tengah kehilangan orientasi hidup; untuk apa ada dalam kebersamaan. Mencari Yesus adalah satu panggilan jiwa, bertemu dengan Dia, kita mesti bersedia menyebrang, meninggalkan pola hidup kita yang lama. Dalam penyebrangan itu motivasi diuji dan kesungguhan kita jadi jaminannya. Ada begitu banyak orang yang sedang berusaha untuk bisa mendengarkan Yesus ataupun tentang Yesus, kitalah orang-orang yang mesti membawa mereka semakin dekat dengan Yesus. Kehadiran Yesus akan punya nilai tersendiri bagi kita sendiri di mana kehadiran kita berarti bagi sesama. Sang-gupkah kita untuk tugas yang satu ini?

“Hidup butuh orang-orang seperti Marta, perubahan butuh orang-orang seperti Maria karena itu biarkan keduanya hidup dalam diri anda”.
[ back ]
footer2.jpg