RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 07-02-2010
  BPK TEMUKAN 20 UNIT RUMAH DINAS DPRD TIDAK TERCATAT DALAM BUKU INDUK INVENTARIS PROVINSI NTT
  BPK Temukan 20 Unit Rumah Dinas DPRD Tidak Tercatat Dalam Buku Induk Inventaris Provinsi NTT

BPK Perwakilan NTT dalam pemeriksaan Aset Pemda NTT Semester kedua tahun 2009, menemukan 20 unit rumah dinas tipe 45 untuk anggota DPRD NTT tidak tercatat dalam Buku Induk Inventaris milik pemerintah daerah provinsi NTT. Realise BPK yang ditandatangani ketua BPK Perwakilan NTT, Muhamad Guntur yang diterima TIRILOLOK dalam pekan ini; menyebutkan, selain tidak tercatat dalam Buku Induk Inventaris, ke-20 rumah dinas DPRD NTT tipe 45 itu tidak disajikan sebagai aset daerah pemerintah provinsi NTT. Dengan penemuan ini, BPK NTT berharap gubernur NTT dapat menindaklanjuti dan menyampaikan hasilnya kepada BPK RI perwakilan provinsi NTT dalam waktu dua bulan sejak laporannya diterima.

Sekretaris DPRD NTT, Sisilia Sona yang dikonfirmasi TIRILOLOK, (Jumat, 05/02), di kantor DPRD NTT atas temuan BPK ini, menyatakan, semua pengelolaan aset pemerintah provinsi NTT di tangan Dinas Pendapatan dan Aset Daerah, sedangkan sekretariat DPRD NTT hanya memfasilitasi manakala ada anggota DPRD NTT yang ingin tinggal di rumah dinas. Sisilia menambahkan, Sekwan tidak pernah berurusan dengan aset atau barang milik pemerintah NTT.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah NTT, Fransiskus Salem, menyampakan apresiasinya atas temuan BPK sambil berjanji untuk melakukan sensus ulang barang-barang milik pemda NTT seperti tanah, kendaraan dan gedung. Menurutnya, pengelolaan aset daerah NTT memang sulit dan amburadul sehinggga ia kini berusaha untuk memperbaikinya.

BPK NTT juga menemukakan aset tetap sebesar 38 milyard rupiah lebih pada neraca RSU Kupang per 31 Desember 2008 hanya berdasarkan realisasi belanja modal tahun anggaran 2007 dan 2008 serta belum ditatausahakan dengan tertib oleh pengurus barang, pengamanan barang milik daerah senilai 8 milyard rupiah lebih pada RSU Kupang tidak optimal sehingga alat-alat radiologi belum dimanfaatkan sesuai fungsinya serta pengamanan barang milik daerah non medis belum optimal dan kontruksi dalam pengerjaan tidak dicatat oleh pengurus barang senilai 5 milyard rupiah lebih pada RSU Kupang. (VN_01)

   
 
Sound:
footer2.jpg