RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 20-01-2010
  ADEKSI MINTA KAPOLRESTA KUPANG HENTIKAN KASUS VEKI - RUDI
 

Asosiasi DPRD Kota Se-Indonesia-ADEKSI melalui ketua Tim Advokasi ADEKSI, Misbahudin Gasma tidak tinggal diam terhadap perseteruan antara dua wakil rakyat yang berujung pada saling melapor ke pihak kepolisian. Kasus ketua DPRD Kota Kupang Veki Lerik dan anggota DPRD Kota Kupang Rudi Tonubesi yang telah berpuncak pada penyitaan palu sidang secara paksa oleh pihak Penyidik Polresta Kupang itu dinilai Misbahudin Gasma dalam suratnya kepada Kapolresta Kupang yang tembusannya diperoleh wartawan disebutnya sebagai sesuatu yang dipaksakan, karena sesuai apa yang diketahui, kasus Veki-Rudi, masih dalam koridor pelaksanaan tugas pokok dan fungsi DPRD dan bukan perbuatan pidana yang harus diproses secara pidana.

Menurut Misbahudin, kasus tersebut lebih cocok diproses melalui Badan Kehormatan DPRD seperti yang diamanatkan Peraturan Perudang-Undangan. Misbah menambahkan, hal lain yang harus diperhatikan polisi adalah pasal 366 Undang-undang nomor 27 tahun 2009 tentang DPR, DPRD, dan DPD dimana salah satu pointnya menyebutkan, anggota DPRD Kabupaten/ Kota memiliki hak imunitas dan tidak dapat dituntut di depan pengadilan karena pernyataan, pertanyaan dan atau pendapat yang dikemukakan dalam sidang.

Pada bagian akhir suratnya kepada Kapolresta Kupang Tim Advokasi ADEKSI minta, polisi menghentikan pengusutan kasus tersebut dan menyerahkan penyelesaiannya kepada Badan Kehormatan DPRD.

Seperti diberitakan sebelum Polresta Kupang melakukan sita paksa palu DPRD kota Kupang sebagai barang bukti menyusul laporan Rudi Tonubesi yang mengatakan, palu tersebut digunakan Veki Lerik untuk melempar Rudi pada sidang Perdana setelah para anggota DPRD Kota Kupang dilantik akhir Agustus 2009. (VN_02)

   
 
Sound:
footer2.jpg