RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 06-12-2009
  PEMDA PERLU CANTUMKAN MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA DALAM MUATAN LOKAL
 

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana Departemen Dalam Negeri, Muhamad Roem kepada wartawan di aula El Tari Kupang (Kamis, 03/12) menyatakan, Pemerintah Daerah berhak memasukan manajemen penanggulangan resiko bencana dalam kurikulum muatan lokal atau Mulok sehingga sejak dini anak disiapkan untuk menghadapi bencana. Ia menambahkan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah-BPBD yang telah dibentuk, pemda bisa berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk memasukan kurikulum penanganan bencana. Menurutnya, masyarakat NTT perlu diajarkan untuk akrab dengan bencana karena manusia tidak pernah akan luput dari bencana.

Muhamad Roem yang menjadi pembicara utama dalam Rakor Penanggulangan Bencana Di NTT, tanggal 2 hingga 3 Desember ini menyatakan, NTT termasuk salah satu daerah di Indonesia yang rentan bencana sehingga pemerintah perlu mengembangkan program penanggulangan bencana berbasiskan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Di Indonesia. Ia menambahkan, provinsi yang telah membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah-BPBD perlu memiliki posko bencana hingga ke desa-desa.

Muhamad menyatakan, pada Posko Penanggulangan Bencana perlu ada alat komunikasi dan segala penanganan bencana dikendalikan Sekda Provinsi.

Rakor Bencana yang berakhir Kamis sore itu berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi, di antaranya segera dibentuk Forum Penanggulangan Resiko Bencana Daerah NTT, Posko Bencana dan cepatnya pelaporan jika terjadi bencana pada suatu wilayah di NTT. (VN_01)

   
 
Sound:
footer2.jpg