RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 12-10-2009
  MASYARAKAT MINTA POLISI TUNJUK TELADAN DALAM PENGGUNAAN LAMPU UTAMA SEPEDA MOTOR DI SIANG HARI
 

Sosialisasi penggunaan lampu utama sepeda motor pada siang hari yang dilakukan jajaran Ditlantas Polda NTT dan Satuan Lalulintas Polres- Polresta  selama sepekan ini mendapat tanggapan pro kontra masyarakat. Ada yang menyambut positif dan ada juga yang menyambutnya secara negatif. Keadaan ini sama seperti tahun 2002, ketika Polri mulai menerapkan penggunaan helm standart.

Sejumlah masyarakat yang ditanyai TIRILOLOK, Sabtu lalu tentang penyalaan lampu utama sepeda motor pada siang hari menyatakan,  menyalakan lampu atau tidak sama saja karena masih dalam tahap sosialisasi.  Andi Wiliam di perempat El Tari Kupang bahkan menegaskan,  sebelum pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu utamanya pada siang hari, polisi harus lebih dahulu memberikan contoh. Tetapi nyata, menurut Andi sudah seminggu sosialisasi, banyak polisi yang tidak menyalakan lampu sepeda motornya pada siang hari, padahal, masyarakat di jalan dan gang-gang sudah mulai nyalakan lampunya.

Senada dengan Andi,  Alfons Ndia  meminta polisi memberikan contoh dan teladan sehingga masyarakat bisa ikut seperti saat penerapan helm standar tahun 2002 lalu. Pernyaaan Andi dan Alfons ini ada benarnya, sesuai pantaun TIRILOLOK dari hari Kamis hingga Sabtu lalu di Jalan Manafe, Jalan El Tari dan Jalan Perintis Kemerdekaan yang merupakan jalan menuju Markas Polresta Kupang, banyak polisi belum menyalakan lampu utama sepeda motornya pada siang.

Kasat Lantas Polresta Kupang, Dicky Irawan Kusuma yang ditanyai TIRILOLOK perihal ini di Satlantas Polresta Kupang, Sabtu lalu (10/10), tidak mau berkomentar.

Seperti diberitakan, dalam pasal 293 Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalulintas Dan Angkutan Jalan, semua pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu utama sepeda motor pada siang hari demi menghindari kecelakaan lalulintas.  (VN_01)

   
 
Sound:
footer2.jpg