RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 12-10-2009
  SEBANYAK 135 INSTITUT SE-INDONESIA IKUT TKI-MAI KE-25 DI UNWIRA KUPANG
 

Ketua Panitia Pelaksana Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur Indonesia Budi Lily kepada Wartawan di Kompleks Fakultas Teknik Unwira Kupang Sabtu,10 Oktober mengatakan, tanggal 13 – 20 Oktober ini  sekitar 135 Institut di seluruh Indonesia menghadiri Temu Karya Ilmiah Mahasiswa Arsitektur-TKI-MAI ke-25 yang diselenggarakan di Unwira Kupang Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, persiapan panitia sudah mencapai 90%, tinggal hal-hal teknis yang perlu difinalisasi. Budy Lily menegaskan, panitia penyelenggara kini  bekerja semaksimal mungkin untuk menyukseskan kegiatan bertaraf nasional itu.

Ketua Jurusan Arsitektur Unwira Rikard Daton menjelaskan, Perkembangan TKI-MAI dari tahun ke tahun sejak pertama kali digelar tahun 1982 terus diikuti jurusan Arsitektur Unwira Kupang. Richard Daton menambahkan, hingga kini Jurusan Teknik Unwira telah mencapai 25 tahun, sebuah tanggungjawab dan kepercayaan besar diberikan kepada jurusan Arsitektur Unwira Kupang, untuk menjadi penyelengara perhelatan Nasional itu. Ditambahkannya penentuan Unwira menjadi tuan rumah TKI-MAI disepakati dalam forum Komunikasi TKI-MAI ke-24 tahun 2008 di Aceh yang diikuti Dekstra Mayok.

Ketua Badan Pekerja Rayon Budi Lawalu menjelaskan,  kegiatan TKI-MAI ke-25  yang bertemakan “Arsitektur Vernakular “ dikemas dalam 13 paket kegiatan di antaranya Forum Komunikasi Seminar Nasional, Diskusi Ilmiah, Pameran Arsitektur, Demo Teknologi, Pengabdian Masyarakat, Klinik Arsitektur, Media Komunikasi, Bursa Arsitektur, Lomba Desain Arsitektur, Lomba Fotografi, Arsitektur Nusantara dan Studi Eskursi.

Dekan Fakultas Teknik Unwira Ignatius Herliyanto mengatakan, kegiatan yang didukung Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Walikota Kupang Daniel Adoe  ini  menghadirkan 4 guru besar dari berbagai Universitas di Indonesia dalam paket seminar Nasional. Herliyanto menyebut 4 Guru besar yang akan hadir  adalah; Profesor Yosep Prijotomo dari ITS, Profesor Sandi Siregar dari Unpar Bandung, Profesor Triharso dari Universitas Taruma Negara Jakarta dan Profesor Herliyani dari Kementrain Riset dan Teknologi, yang akan mengupas tentang persoalan Vernakular Nusantara, peluang dan tantangannya di era Globalisasi. (VN_02)

   
 
Sound:
footer2.jpg