RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 17-06-2009
  NTT WASPADAI FLU BABI
 

Kepala Dinas Kesehatan provinsi NTT melalui Kabid P2MK dokter Boby Koamesah dalam pemaparan materi berjudul Flu Baru H1N1 yang diselenggarakan di Hotel Sylvia Kupang selasa 16 Juni mengatakan, Meski virus Flue Babi atau yang telah berubahan nama menjadi flue Baru H1N1 belum ada di Indonesia dan NTT, namun warga masyarakat NTT harus tetap waspada terhadap kemungkinan hadirnya virus tersebut.

Menurut Boby Koamesah, alur transportasi dari dan ke Australia yang sangat lancar, tidak menutup kemungkinan NTT bakal menghadapi ancaman Pandemi Flu Baru H1N1. Lebih jauh Boby menjelaskan, Virus tersebut tidak berbahaya meski penyebarannya sangat cepat. Ia mencontohkan, dari 100 orang pengidap sekitar 1 atau 2 orang saja yang bisa mengalami kematian dibandingkan dengan Virus H5N1.

Pada kesempatan itu drh. Maria Geong menambahkan, penularan Flu Baru H1N1 bisa melalui kontak langsung dengan babi yang sakit. Dengan gejala klinisnya orang yang terkena virus tersebut akan mengalami kelemahan fisik secara tiba-tiba, sulit bernafas, batuk darah, dan berbagai bentuk lainnya. Maria Geong menjelaskan, untuk mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia dan NTT khususnya, maka pihak pemerintah harus mengawasi ketat lalulintas babi hidup dan produk daging segar dan lalulintas Turis di pintu masuk seperti Bandara dan pelabuhan.

Sosialisasi Tenang, Paham dan Tanggap –TEPAT dalam upaya mengantisipasi Pandemi Inflienza Tipe A- Sub Tipe H1N1 dibiayai organisasi dunia UNESCO, dihadir oleh seluruh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se- NTT, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, LSM, Wartawan dan berbagai kalangan lainnya. (VN_02)

   
 
Sound:
footer2.jpg