RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  Kupang - TIRILOLOK.COM, 23-02-2015
  DORONG EKONOMI MASYARAKAT, KORPS MENWA MAHADANA NTT CANANGKAN PENANAMAN DUA JUTA KELAPA DAN PINANG
 

Korps Menwa Mahadana NTT sejak beberapa waktu lalu mencanangkan Gerakan menanam satu juta Pohon Kelapa dan Satu Juta pohon Pinang. Ketua Korps Menwa Mahadana Aleks Ninu dalam ketrangan pers kepada wartawan Jumat 20 Februari mengatakan, Setelah Timor Timur berpisah dari Timor Barat beberapa Tokoh Timor seperti Doktor Hendrik Ataupah, Doktor Fred Benu, Eston Foenay dan Mex Saba menyuarakan Pembangunan Ekonomi Timor Barat, namun hingga saat ini NTT sebagai Daerah paling selatan Indonesia masih biasa-biasa saja.

“Pa Eston Foenay pada saat membuka kegiatan penguatan Nasionalisme Masyarakat di daerah Perbatasan beberapa saat lalu mengatakan, sebagai daerah Perbatasan, Timor Barat perlu mendapat Perhatian Khusus dan secara Specifik Eston meminta agar Pemerintah mengembangkan dan mendorong Penanaman Pohon kelapa dan Pinang”, kata Ninu.
Menurut Dosen Undana itu, pinang selama ini didatangkan dari daerah lain, sementara masyarakat Timor yang dikenal sebagai konsumen Pinang, tidak pernah mengembangkan sendiri tanaman tersebut, karena itu Korps Menwa Mahadana berinisiatif mendorong masyarakat Timor.

“ Kita Orang Timor tukang makan sirih - pinang tetapi tidak pernah berpikir untuk tanam. Ini keliru kita”, ujar dia lagi. Ia menjelaskan, Angka satu juta ditargetkan untuk menjadi motivasi bagi semua orang untuk ikut peduli terhadap gerakan tersebut.
“ Ya kita target seperti itu supaya semua orang ikut peduli. Jumlah Kwantitatifnya yang kita butuhkan saat ini”, katanya. Menurutnya, jika masyarakat mampu melakukan penanaman pinang dan kelapa sebanyak mungkin maka diam-diam mereka mendapatkan tambahan pendapatan.

“ Namanya Pasive in come. Kalo orang kaya menyimpan uangnya di Bank tiap bulan dia ambil bunganya untuk makan. Petani juga harus melakukan itu. Caranya ya tanam pinang dan kelapa”, urainya.


Tujuan lain yang ingin dicapai yakni menghentikan tindakan kriminalitas yang sering terjadi dan membangun semangat nasionalisme dan cinta tanah air. “ Sebagai daerah perbatasan pembangunan ekonomi sangat penting. Orang kalo lapar dia tidak mungkin aman dalam rumah. Tindakan Kriminalitas pasti terjadi di mana- mana”, kata Pria asal Kabupaten Timor Tengah Selatan ini. Mengenai peluang pasar untuk menjual dua komoditi tersebut Aleks mengatakan konsumen Pinang dan Kelapa sangat luas sehingga ia minta masyarakat tidak perlu takut menghadapi tantangan itu. Korps Menwa Mahadana merupakan organisasi yang mewadahi seluruh alumni Resimen Mahasiswa namun organisasi ini tidak mau menyebut diri Resimen Mahasiswa tetapi hanya menggunakan Singkatan Menwa saja. (VN-02)

   
 
Sound: no inserted sound
footer2.jpg