RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 13-07-2013
  BANYAK PIHAK BELUM PAHAM DAMPAK PERTAMBAHAN PENDUDUK
  Kupang, tirilolok.com - Kepala BKKBN Perwakilan NTT dalam arahannya yang dibacakan Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Marianus Mau Guru ketika membuka Kegiatan Workshop Dampak Kependudukan, di Hotel Ima Jumat 12 Juli mengatakan, disadari atau tidak seluruh elemen baik Pemerintah maupun masyarakat belum memahami Dampak Pertambahan Penduduk terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga dan kemajuan Bangsa.

“ seluruh masyarakat masih berpikir bahwa bila terjadi pertambahan penduduk maka bagaimana pemerintah berupaya meningkatkan pembangunan dan keluarga bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan Penduduk yang terus bertambah, tanpa mempertimbangkan keterbatasan kemampuan keluarga dan bangsa, untuk memenuhi kebutuhan Penduduk yang terus meningkat”, ujar Mau Guru.

Ia mengutip Teori Thomas Robert Maltus yang mengatakan, Pertambahan Penduduk menurut deret ukur, sedangkan pertambahan bahan makanan menurut deret hitung yang menunjukkan Pertambahan penduduk jauh lebih cepat berlipat ganda dibandingkan pertambahan bahan makanan yang hanya berjalan normal.

Menurut dia, Pembangunan yang telah dilakukan membawa kemajuan yang cukup signifiikan tetapi belum memberikan peningkatan kesejahteraan bagi penduduk secara merata dan cepat. “ Dampak pertambahan penduduk terhadap bidang pendidikan akan berdampak pada penyediaan fasilitas dan tenaga guru, terhadap bidang kesehatan akan berdampak pada pertambahan penyediaan fasilitias kesehatan dan tenaga kesehatan, meningkatnya kebutuhan sandang, pangan dan papan serta berbagai kebutuhan lainnya”, katanya.

Marianus menambahkan, dalam konteks pembangunan Kependudukan dan KB sesuai amanat UU nomor 52 tahun 2009, tentang perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Penduduk harus menjadi titik sentral dalam pembangunan yang dibangunan dalam konsep yang berkelanjutan. “ Penduduk sebagai titik central Pembangunan artinya, Pembangunan harus menempatkan Penduduk untuk berperan ganda sebagai obyek Pembangunan sedangkan Pembangunan berkelanjutan penekanannya pada aspek keberlanjutan Pembangunan itu sendiri yang mencakup tiga aspek yakni Ekonomi, Sosial dan Lingkungan”, jelasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, agar Pengendalian Penduduk baik dari aspek kwantitas maupun kwalitas dapat terwujud, maka Program KB perlu digalakan kembali, sebagai media paling tepat dan efektif untuk menekan angka pertumbuhan Penduduk. Kegiatan Workshop diikuti 50 peserta dari berbagai unsur termasuk Media Massa. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg