Failed to Get RSS Data
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 16-03-2013
  GERADUS ATOLLO : BIBIT JAGUNG RUSAK, PETANI NAIMATA KECEWA.
  Kupang, tirilolok.com - Ketua Kelompok Tani “ Merpati “ Kelurahan Naimata Geradus Atollo kepada sejumlah Wartawan di Naimata Kamis (14/03/13) menyatakan kecewa karena bibit jagung yang disalurkan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTT melalui dinas Pertanian Kota Kupang Rusak.

“ Kami terima bibit pada akhir November 2012 dan ditanam pada awal Desember, namun setelah beberapa minggu berlalu bibit yang ditanam tidak semuanya tumbuh dan kalaupun tumbuh tidak subur”, ujar Atollo.

Ia menambahkan, melihat perkembangannya yang lamban akhirnya untuk mengantisipasi kemungkinan Gagal Panen tahun 2013 ia dan 14 orang anggota Kelompok Tani “ Merpati” mengganti bibit jagung Lamuru yang diberikan Pemerintah dengan Bibit lokal atau bibit lain yang dibeli dengan dana sendiri. Ditanya mengenai jagung bantuan yang tidak bisa dimanfaatkan apakah dikembalikan kepada Pemerintah, Geradus mengatakan, jagung itu masih disimpan karena tidak bisa diapa-apakan termasuk diberikan kepada ternak, karena jagung tersebut telah dicampur dengan obat pengawet.

Ia menambahkan, Jagung Lamuru yang dikemas dalam plastik berukuran 10 Kilogram itu didatangkan dari Atambua oleh Petronela Funan hasil Produksi “Sumber Sakti” pada tahun 2012 dengan tanggal akhir Label Januari 20013.

Kemungkinan Pelabelan ini rekayasa karena jagung sudah fufuk dan berkutu.

Sementara itu Lurah Naimata Nus Benggu mengatakan, ia dan masyarakatnya kecewa dengan tindakan Pemerintah yang memberikan bantuan bibit rusak.

“ Saya berharap hal yang sama tidak terjadi di tahun-tahun mendatang”, pinta Benggu.

Koordinator PPL Badan Ketahanan Pangan Kota Kupang Jose De Araujo Freitas yang dihubungi Wartawan Jumat (15/03/13) di Ruang Kerjanya mengatakan, PPL selalu ada di lapangan untuk membantu masyarakat Petani dan menemukan adanya bantuan bibit jagung rusak yang disalurkan Pemerintah.

Ia menjelaskan, sample jagung telah dibawa ke dinas Pertanian Kota Kupang untuk dilaporkan kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Kupang Kupang, Veni Ndapamerang mengatakan, pihaknya telah melaporkan hal itu kepada Pemerintah Provinsi dan akan dievaluasi sehingga tahun depan hal yang sama tidak boleh terjadi lagi. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg