RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 11-03-2013
  MARSEL RADJA : PENYIDIK NARKOBA PERLU MINTA KETERANGAN DARI DOKTER.
  Kupang, tirilolok.com - Badan Narkotika Nasional Kota Kupang Senin 11 Maret melakukan Kegiatan Fokus Diskusi Grup bertema : “ Pecandu Direhabilitasi atau Dipenjara”, di Aula Novanto Centre dengan narasumber Profesor Alo Liliweri, Petinggi Direktorat Narkoba Polda NTT dan Praktisi Hukum Marsel Radja. Berbeda dari kedua nara sumber lainnya Marsel Radja datang tanpa Materi.

Salah satu Pengacara Kota Kupang itu dalam diskusi Lepas bersama Peserta mengatakan, Negara ini dibuat bingung oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan melahirkan Undang – Undang dan Peraturan Pemerintah tentang berbagai hal termasuk tentang Narkoba. Menurut dia, Ada pasal yang menyatakan, seorang Pecandu Wajib direhabilitasi dan pada pasal Perubahan kata Wajib tidak lagi dipakai tetapi menggunakan Kata “Kalau Dapat” Pecandu direhabilitasi sehingga Penyidik bebas menerjemahkan pasal tersebut.

Pengacara yang sudah biasa mendampingi klien Kasus Narkoba ini lebih jauh menegaskan, bila Penyidik berkemauan baik dalam menyidik sebuah kasus narkotika maka yang bersangkutan harus meminta Keterangan dari Dokter yang telah melakukan Pemeriksaan dan jika korban pecandu maka ia langsung direhab bukan harus dengan putusan Pengadilan,tetapi bila yang bersangkutan pengedar maka bisa diproses hukum. “ Lain kali kalau diskusi seperti ini anggota DPR tidak ada saya tidak hadir”, ungkapnya.

Komentar Pedas Marsel berawal dari Penjelasan Petinggi Direktorat Narkoba Polda NTT Albert Neno yang mengatakan, tindakan rehabilitasi terhadap Pecandu tetap dilakukan setelah ada Putusan Pengadilan sedangkan jika yang bersangkutan Pengedar narkoba, maka harus dipenjara.

Ketua Panitia kegiatan Ricky Therik melaporkan kegiatan dihadiri Pelajar, Mahasiswa, Lurah, Pemerhati Ramah Anak dan Tim BNN Pusat. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg