RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 03-03-2013
  AJI KOTA KUPANG GELAR WORKSHOP PENGUATAN KAPASITAS WARTAWAN.
  Kupang, tirilolok.com - Untuk memperdalam pemahaman dan pengertian serta Penguatan Peliputan di Bidang Keamanan Pangan, Aliansi Jurnalis Independen - AJI Kota Kupang menggelar Workshop Penguatan Kapasitas Jurnalis Dalam Kampanye Keadilan Pangan, di Hotel Ima sejak 26-27 Februari 2013.

Tampil sebagai Nara Sumber pada Selasa 26 Februari Kadis Pertanian dan perkebunan Provinsi NTT Yohanes Tay Ruba, Pengurus yayasan PIKUL Selvi Fanggidae, Zet Malelak, Akademisi Unkris Artha Wacana Kupang dan Jojo Rahardjo Pengurus AJI Pusat.

Kepala Dinas Pertanian dan perkebunan Provinsi NTT dalam pemaparan materi bertajuk “Strategis Pangan Nasional, Regional dan Daerah” mengatakan, Setiap orang Indonesia mengkonsumsi beras sebanyak 136 kilogram perorang pertahun yang dinilainya sangat tinggi sehingga perlu adanya upaya dalam mengurangi cara mengkonsumsi pangan lokal selain beras. “ Upaya itu harus dimulai dari diri sendiri dengan mengurangi ketergantungan pada beras karena akan berdampak pada kekurangan Beras dan pada akhirnyya harus diimport”, ujar Tay Ruba.

Mengenai Petani yang tidak lagi mencintai Profesinya dan beralih ke profesi lain, Anis Tay mengatakan, hal itu menjadi tantangan bagi Pemerintah dan pers.

“ Pemerintah terus berupaya untuk mendorong Petani dengan subsidi, Pupuk, Benih dan berbagai program lain, sehingga petani tidak beralih dan mencintai Profesinya”, tambahnya lagi. Pengurus Yayasan PIKUL Selvi Fanggdiae mengatakan, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang selalu ada di tengah masyarakat, pihaknya akan terus berupaya memotivasi masyarakat, sehingga menggeluti usaha tani dan berusaha meningkatkan produksi pangan lokal.

Zet Malelak dari Fakultas Pertanian Unkris Artha Wacana Kupang yang tampil dengan materi “Pangan Lokal atau Pangan Tradisi” menyatakan tidak setuju dengan Program Gubernur Frans Lebu Raya yang meminta masyarakat Konsumsi Pangan Lokal.

Menurutnya, sangat rendah atau tidak bermartabat, jika masyarakat disuguhkan kondisi pangan lokal yang sejak dulu sudah lekat erat dengan mereka. “ Yang harus dilakukan pemerintah yakni mendukung pengolahan Pangan Lokal yang ada menjadi lebih menarik dengan menyalurkan sarana Produksi Modern sehingga pangan lokal lebih bermartabat dan tidak kalah menarik dengan produk dari luar daerah”, tegas Malelak.

Pengurus AJI Pusat Jojo Rahardjo yang tampil dengan Materi “Menggali Isu Pangan” menegaskan, Pers harus mampu memetakan Isu yang berdampak Besar seperti gagal panen, Musim Tanam, pengairan Kering, kelangkaan pupuk dan berbagai topic menarik lainnya yang dikemas dan disampaikan dengan bahasa yang sederhana. Menurutnya, Wartawan dalam melakukan Laporan Investigasi harus berpihak pada Publik.

Pada hari Kedua Workshop tersebut Para Wartawan berkujung ke Uel Kabupaten Kupang untuk melakukan Pengamatan terhadap Lahan pertanian yang dibina Zet Malelak, selanjutnya mendisain Outline atau TOR Liputan Mendalam atau investigasi dan Evaluasi serta rencana tindak lanjut. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg