RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 08-11-2012
  HERYADI : PENGELOLAAN SANITASI MASYARAKAT NTT MASIH RENDAH.
  Kupang, tirilolok.com - Koordinator Pengelola Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Nusa Tenggara Timur atau PPSP NTT, Heryadi SD Kamis (08/11/12) Siang di sekretariat Kelompok Kerja Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Nusa Tenggara Timur atau Pokja AMPL NTT mengemukakan, berdasarkan pendampingan masyarakat pada empat kabupaten di NTT, pengelolaan Sanitasi masyarakat NTT masih rendah seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan pengelolaan sampah yang selalu dibakar padahal sebenarnya pembakaran sampah itu dilarang.

Heryadi yang didampingi pokjanya Ana Waha Kolin, Felix Matulesy, Wisnu Wardhana menambahkan, perhatian semua pemangku kepentingan terhadap sektor sanitasi juga masih rendah sehingga perlu ditingkatkan teristimewa peran swasta lewat CSR, apalagi dasar hukumnya hanya peraturan gubernur yang perlu ditingkatkan ke Peraturan Daerah.

Hery menjelaskan, PPSP merupakan Porgram Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman yang diluncurkan pemerintahan SBY dalam meningkatkan kesadaran pengelolaan sanitasi karena Indonesia merupakan negara terendah pengelolaan sanitasi dan untuk NTT dilaksanakan pada kabupaten Sumba Barat Daya, Manggarai, Manggarai Barat dan Rote Ndao hingga akhir pemerintahan SBY.

Menurut Hery, wujud PPSP ini adalah penyusunan buku putih PPSP dan Strategi Sanitasi Kota atau SSK.

Dia menyatakan, dari pendampingan pada empat kabupaten, Pokja akan merekomendasikan SSK dalam mengoptimalkan peran berbagai pihak demi terwujudnya PPSP.

PPSP yang berjalan di NTT akan berakhir pada tahun 2014. (VN-01)
   
 
Sound:
footer2.jpg