RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 24-07-2007
  ALIANSI PEDULI RAKYAT KOTA KUPANG DESAK MANTAN WALIKOTA TINGGALKAN RUMAH JABATAN
  Sejumlah elemen masyarakat Kota Kupang yang tergabung dalam Aliansi Peduli Rakyat Kota Kupang (23/07) kembali mendatangi Rumah jabatan WaliKota Kupang sambil mendesak mantan walikota Kupang, SK. Lerik untuk segera meninggalkan rumah jabatan di kawasan jalan R. W. Monginsidi. Dalam pernyataan sikapnya, aliansi kembali meminta SK.Lerik segera meninggalkan rumah jabatan yang masih ditempatinya, setelah dideadline 2 kali 24 jam, dalam unjuk rasa yang digelar sabtu 21 Juli lalu. Menurut aliansi, jika Lerik tidak meninggalkan rumah rakyat tersebut, aliansi akan mengambil alihnya karena rumah jabatan tersebut akan ditempati walikota terpilih yang sesuai rencana akan dilantik 29 Juli ini. PLT Walikota Kupang Yosef Mamulak yang menerima massa di pintu masuk Rumah jabatan Walikota Kupang meminta Demonstrasi untuk bersabar dalam satu dua hari ke depan karena, keputusan akan segera diambil Penjabat Walikota Kupang Pieter Alexander Tallo, namun massa menolak permintaan itu karena sudah banyak kali pemerintah membohongi mereka. Sedangkan mengenai permintan masa untuk memasuki halaman rumah jabatan untuk melihat dari dekat walikota kupang yang sedang berada di rumah rakyat itu, Mamulak mengatakan akan berkoordinasi dengan mantan walikota kupang S.K.Lerik, sebelum massa menemuinya. Massa yang dipimpin Dumul Djami dan Sarah Lery Mbuik akhirnya masuk secara berkelompok masing-masing 25 orang. Walikota Kupang saat itu mengatakan, untuk sementara dirinya masih berada di rumah jabatan karena, karena SK 72 tahun 2007 tentang pemutihan rumah jabatan belum dicabut. Bila dalam kajian yang saat ini sedang dilakukan kedua tim baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota. Yang membatalkan SK. Itu, dirinya siap meninggalkan rumah jabatan. Selain menuntut SK.Lerik meninggalkan rumh jabatan masa juga menuntut aparat polresta segera menahan Veki Lerik, anak mantan walikota Kupang SK Lerik yang telah merusak kamera shooting milik dinas infokom kota Kupang, yang saat itu digunakan Kasie Dokumentasi Herman Lawa. Meski telah meletakkan jabatannya sejak 6 Juli lalu, namun hingga kini SK. Lerik bersama keluarganya masih menempati rumah jabatan yang menurutnya telah diputihkan dengan SK.Walikota nomor 72 tahun 2007 tertanggal 25 Juni. (Hendro-Sintus)
   
 
Sound:
footer2.jpg