RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 22-07-2007
  KEMAH BUDAYA: DEPARTEMEN PARSENIBUD GELAR KEMAH BUDAYA DENGAN PRAMUKA
  Untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya, sejak 15 hingga 20 Juli 2007, Departemen Pariwisata Dan Seni Budaya Indonesia menggelar Kemah Budaya se-Nusa Tenggara dengan melibatkan Pramuka Kwartir Daerah Nusa Tenggara di lokasi wisata Pantai Lasiana Kota Kupang. Kemah Budaya yang melibatkan sekitar 312 anggota Pramuka tingkat Penggalang dari seluruh kabupaten kota se-NTT kecuali Flores Timur dan Sumba Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat dan Pembina Pramuka ini telah ditutup Wakil Ketua Pengurus Daerah Pramuka NTT, Nyonya Lusia Adinda Nurak Lebu Raya tadi pagi ( kemarin) melalui upacara penurunan Bendera Kemah Budaya, pelepasan tanda peserta dan penyamatan riska kemah budaya kepada perwakilan peserta kemah. Nyonya Lusia dalam amanatnya mengemukakan, budaya luar telah mempengaruhi sendi kehidupan masyarakat termasuk anak dan remaja sehingga kalau tidak diantisipasi maka akan merugikan anak bangsa, mengikis budaya lokal dan mengganggu akar budaya lokak itu sendiri. Karenanya, melalui kemah budaya Pramuka ini, generasi muda diingatkan untuk mencinta dan melestarikan budayanya di daerahnya masing-masing. Nyonya Lusia mengingatkan para Pramuka Penggalang untuk menjadikan pengalaman berkemah ini sebagai bekal permbinaan diri yang bermartabat di masa yang akan datang. Ka Lusia, begitu sapaannya dalam dunia Pramuka; berharap, sepulangnya dari kemah budaya ini, para pengurus dan pembina kwartir cabang membentuk sanggar budaya dan kalau ada kesempatan dapat melakukan kemah budaya yang sama untuk seluruh gugus depan yang ada di daerahnya masing-masing. Sementara itu, ketua panitia penyelenggara Kemah Budaya Se-Nusa Tenggara, Duta Indra Siregar melaporkan, berbagai kegiatan telah dilakukan selama kemah budaya berlangsung, antara lain materi rutin berupa olahraga, senam Pramuka, upacara bendera, anjang sana dan mencari sahabat, materi pengantar berupa upacara pembukaan dan penutupan, orientasi perkemahan budaya dan dinamika kelompok, kegiatan internalisasi berupa pemutaran film kebudayaan, permainan tradisional, ceritera rakyat, pentas seni tari, nyanyi, sastra dan musik tradisional seni kriya, penjelajahan dan pengamatan budaya, mengunjungi museum, diskusi dan pameran budaya. Selain materi tadi, menurut Indra, peserta kemah budaya juga mendapat materi kegiatan social nbudaya berupa bakti masyarakat, pengenalan ska bahari, karnaval pakaian tradisional, tes akhir dan api unggun. Indra Siregar juga melaporkan, selama pelaksanaan kemah budaya, ada peserta, pembina dan panitia yang mendapatkan perawatan kesehatan. Ada 166 orang yang mendapatkan perawatan kesehatan dan terbanyak dari Kota Kupang yakni 40 orang. Sedangkan penyakit yang menonjol selama Kemah Budaya Nusa Tenggara ini adalah Ispa 35 kasus, Galgia 20 kasus, Gastritis 8 kasus dan hipertensi 7 kasus yang dialami kakak pembina karena terlalu banyak makan daging. Kemah Budaya Se-Nusa Tenggara ini bertema : Budayamu, Budayaku, Budaya Kita Indonesia. (Hendro)
   
 
Sound:
footer2.jpg