RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 22-07-2007
  587 KELOMPOK PENDIDIKAN NON FORMAL DAPAT BANTUAN DANA
  Untuk mendukung kelancaran tugas dan program Pendidikan luar sekolah, pemerintah provinsi melalui dinas pendidikan Nasional sub dinas Bina Pendidikan luar sekolah (18/07), menyerahkan bantuan 1,5 milyar kepada 587 kelompok PLS. Bantuan diserahkan di kantor Subdin PLS kota kupang secara simbolik kepada tiga Lembaga penyelenggara pendidikan luar sekolah satu diantaranya PKBM Wiyata Mandala. Kadis pendidikan nasional provinsi NTT Ir. Thoby Uli melalui kasubdin Bina Program PLS Marten Dira Tome menjelaskan, Sesuai UU nomor 02 tahun 2003 Pendidikan meliputi tiga macam yakni Pendidikan Formal, non formal dan Informal. Dari tiga macam pendidikan ini Dira Tome menyoroti Pendidikan Informal yakni apa yang dikenal dengan paket A setara SD , Paket B setara SMP dan paket C setara SMA. Sedangkan Pendidikan non formal meliputi warga masyarakat yang putus SD kelas satu atau kelas Dua yang dikategorikan sebagai Warga Buta Huruf. Untuk kategori pendidikan Non Formal, pemerintah saat ini sedang berupaya untuk memberantas dengan menghadirkan program Keaksaraan Fungsional. Dira Tome menambahan, Pendidikan Luar Sekolah hadir untuk melengkapi pendidikan Formal, karena itu sangat tidak pantas bila ada oknum yang berani mengeluarkan pernyataan yang mendiskreditkan dunia pendidikan Non Formal. Dira Tome menjelaskan ada dua program besar yang sedang dihadapi dunia pendidikan yakni penuntasan program wajib belajar 9 tahun pada tahun 2008 dan program penuntasan Buta Aksara pada tahun 2009 mendatang. Menurutnya, dunia pendidikan non formal saat ini tidak bisa dianggap sepeleh dan harus menjadi prioritas, karena wajar dikdas 9 tahun tidak akan tercapai bila paket A,B,dan Paket C tidak dituntaskan. Dira Tome menambahkan, Dua program tersebut tidak bisa terlaksana bila tanggungjawab hanya dibebankan kepada dunia pendidikan, karena betapapun hebatnya praktisi pendidikan tetapi partisipasi komponen masyarakat lain sangat dibutuhkan, seperti yang diamanatkan Inpres nomor 05 tahun 2006. (Sintus)
   
 
Sound:
footer2.jpg