RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 26-05-2012
  PESERTA PPA-PKH KUNJUNGI PANTI ASUHAN SONAF MANEKA
  Kupang Tirilolok.com - Peduli. Itulah kata yang tepat untuk melukiskan kunjungan para peserta Program Penarikan Pekerja Anak dalam mendukung Program Keluarga Harapan Sabtu (26/5) ke Panti asuhan Sonaf Maneka (Istana Cinta Kasih-red) yang terletak di Jalan Timor Raya kelurahan Lasiana-Kota Kupang, Nusa Tenggara timur.

Mereka datang ke Panti Asuhan Katolik ini karena merasa senasib dan sepenanggungan. Kedatangan mereka juga tidak membawa sasuatu yang istimewa tetapi hanya satu bingkisan entah apa isinya.

Suasana Panti sedang sepi karena banyak dari penghuni panti sedang keluar untuk berbagai urusan. Mereka hanya diterima beberapa Pembina salah satu Maria Imaculata Bulu Manu Pimpinan Panti.

Kondisi itu membuat Imaculata memohon maaf dan pengertian anak-anak Peserta PPA-PKH. “Saya atas nama anak - anak memohon maaf karena yang menyambut adik-adik cuma mereka yang masih kecil usia TK dan usia dibawahnya saja dan beberapa Pembina dari 95 penghuni Panti”, ungkap Imaculata.

Lebih jauh ia mengatakan, nasib anak-anak Panti Asuhan Sonaf Maneka tidak beda jauh dari para peserta Program PPA-PKH. “ Kurang lebih adik-adik yang datang sama dengan mereka yang di sini, tidak punya orangtua dan ada juga yang mempunyai orangtua tetapi tidak mampu membiaya hidup anaknya, sehingga mereka datang ke sini”, ujar Imaculata lirih.

Kepada para pengunjung Imaculata meminta agar tetap bersyukur kepada Tuhan karena meski susah tetapi mereka tidak tinggal di Panti Asuhan. “ Apalagi saat ini adik-adik dibina oleh dinas Nakertrans sebelum dibantu untuk bersekolah kembali. Itu harus disyukuri”, imbuh Putri ke-5 pendiri Panti Asuhan Sonaf Maneka Yuliana Afoan Bulu Manu-Uskono.

Iapun tidak ragu-ragu mengungkapkan,” selama ini kami telah membina hubungan cukup akrab dengan salah satu tetangga kami yakni ibu Mbura (Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan Maijralens Antonia Mbura – Dillak-red). Ibu Mbura selalu membantu kami”.

Mengenai upah bagi para Pembina Panti Asuhan Sonaf Maneka Imaculata mengatakan, Pembina Panti tersebut terdiri dari 11 orang dan mereka tidak memiliki gaji tetap. “ Upahnya ialah bahwa kami bekerja tanpa upah”, ujarnya mengutip salah satu ayat Kitab Suci.

Sherly Patipelohi salah satu pendamping yang bertindak sebagai Master of Ceremony –MC mengatakan, mereka memilih Panti Asuhan Sonaf Maneka sebagai salah satu lokasi kunjungan karena di sini terdapat anak-anak yang berkekurangan sekaligus sebagai bentuk kepedulian.

“ Bingkisan yang kami bawa tentu tidak berarti apa-apa tetapi ini hanya sebagai bentuk kepedulian, karena itu jangan lihat besarnya tetapi lihat nilainya”, ungkap Pendeta muda yang sedang menanti status Vicaris dari Sinode GMIT ini. Usai berkunjung ke Panti Asuhan anjangsana dilanjutkan ke Pantai Lasiana Kota Kupang Nusa Tenggara Timur untuk berekreasi bersama. (VN02)
   
 
Sound:
footer2.jpg