RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 26-05-2012
  ANAK-ANAK LAPAS DIMINTA PATUHI HUKUM.
  Kupang Tirilolok.com - Penghuni Lapas Anak Penfui Kupang, Melkianus Se meminta anak-anak di NTT mematuhi hukum dan tidak melakukan perbuatan yang melawan hukum.

Melki yang menjalani hukuman 6 tahun akibat perbuatan asusila dan kini tinggal setahun ini menyatakan, keluar dari LAPAS ia bertobat dan ingin membantu orangtua serta masyarakat. “ Saya akan berusaha hidup dengan baik, tidak mau bekin masalah lagi”, ungkap Melki.

Menurut Melki, ia senang selama berada di lapas karena bisa memiliki ketrampilan yang nantinya ia gunakan setelah bebas. “ Ketrampilan yang saya dapat pasti saya gunakan untuk menata hidup ke depan”, ujarnya.

Senada dengan dengan Melki, penghuni lainnya Diki Wetu yang mendapat hukuman 5 tahun akibat perbuatan cabul ini menyatakan senang meski sering memikirkan nasibnya dengan melakukan kegiatan mengukir kayu dan kegiatan ketrampilan lainnya.

Diki mengakui, hasil karya mereka selalu dibeli orang dan kemudian uangnya dipakai lagi untuk membeli bahan. Pelaksana Harian Lembaga Penangangan Dan Pelayanan Terpadu Permasalahan Peremuan Dan Anak Nusa Tenggara Timur atau LP2TP2A NTT, Lena Gah menyatakan kekagumannya atas perlakuan pengelola LAPAS Anak Penfui yang menangani anak-anak secara baik dengan memperhatikan masalah psikologis dan masa depan anak yang berhadapan dengan hukum.

Kepala Lapas, Abu Salim menjelaskan, kegiatan rutin anak-anak lapas dimulai dari jam 6 pagi hingga sore dengan kegemarannya masing-masing. Abu yang diperkuat 35 staf ini menyebutkan, dari 51 anak yang dibina, terbanyak dari kabupaten TTS disusul TTU.

Dari 51 penghuni lapas anak ini, hukumannya berkisar 6 bulan hingga 6 tahun dengan kasus tertinggi asusila. (VN-01)
   
 
Sound:
footer2.jpg