RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 24-05-2012
  BANTUAN HUKUM BAGI ABH MENDESAK.
  Kupang Tirilolok.com - Peserta Workshop Restorasi Justice bagi Anak Berhadapan Dengan Hukum –ABH, di hotel Gajah Mada Kupang Kamis (24 / 5) bersepakat bahwa bantuan hukum bagi anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum mendesak dan perlu dilakukan di NTT melalui jalur hukum non formal atau hukum adat ketimbang hukum formal yang bisa membuat anak trauma dan masa depannya suram.

Dalam Workshop yang difasilitasi Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur ini, peserta yang datang dari berbagai LPA, LBH, Kepolisian, Kejaksaan, BAPAS dan Pers ini bersepakat bahwa NTT bisa menjadi perintis dijalankannya Restorativ Justive atau RJ ABH di Indonesia.

Eduard Dewa Ruci dari LPA JATIM menegaskan, perlu kerjasama antara Aparat Penegak Hukum dengan pemerhati anak, korban, pelaku, saksi dan keluarga untuk menyelesaikan kasus hukum di luar peradilan karena bila anak yang bermasalah hukum dibawa ke ranah hukum akan berdampak buruk bagi anak itu sendiri.

Edward menambahkan, bila ada hal terbaik yang perlu dilakukan bagi anak maka polisi, jaksa dan hakim perlu melakukannnya sebagaimana diserukan dalam Keputusan Bersama Mahkamah Agung, KAPOLRI, MENSOS, MENHUKHAM serta MENTERI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK. (VN-01)
   
 
Sound:
footer2.jpg