RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 21-09-2011
  SEJUMLAH KEPALA DESA DI TTS NYARIS TERTIPU
 

Sejumlah Kepada Desa di Kabupaten TTS nyaris tertipu jutaan rupiah  oleh oknum yang  mencatut nama Kepala Kantor Beppeda NTT dengan modus operandi  bantuan Alokasi Dana Desa atau ADD tahun 2011/2012  sebesar 500 juta rupiah. Aksi penipuan ini terkuak ketika Kepala Desa  Eno Ana, Kaeneno dan Lili Ana mendatangi Kepala Bappeda NTT di Kantor Bappeda NTT  pada hari Rabu Pagi. Kepada Tirilolok  Kepala Desa Kaeneno Amanuban Timur – TTS,   Idel CTA. Bety menjelaskan, setelah  menerima surat  yang berisi bantuan  500 juta rupiah  beberapa hari lalu ia  menyampaikan kepada masyarakatnya untuk berkonsultasi dengan Bappeda NTT dan pengantar surat palsu tersebut hingga berita ini diturunkan belum diketahui. Idel menambahkan,  setelah menerima surat itu pihaknya sangat senang  tetapi sangat menyesal karena harus meningalkan pekerjaan dan beruntung belum mentransfer 3 persen  atau 15 juta rupiah dari bantuan tersebut. Ia meminta berbagai pihak untuk tidak saling menipu karena akibat surat tersebut ia telah menyampaikan kepada masyarakat perihal bantuan tersebut.
Lebih lanjut Idel  berharap  aksi peniupan dihentikan, apalagi kepala desa sebagai ujung tombak pemerintahan  yang bisa menjadi sasaran kemarahan masyarakat karena uang penipuan.

Sementara Kepala Desa Eno Ana Kie-TTS,  Oktovianus Mbala  menyatakan, sebenarnya surat tersebut tidak benar dan beruntung segera berkoordinasi dengan Bappeda NTT sehingga tidak tertipu.Ia berharap Kepala Desa dan masyarakat tidak percaya terhadap surat tersebut bila menerima surat berlogo garuda dan beralamat Kementerian Bappenas RI karena palsu. Kepala Kantor Bappeda NTT,  I Wayan Dharmawa yang ditemani Kepala Bidang Satu Donald AN. saat menerima ketiga kepala desa asal TTS itu menghimbau para kepala desa lurah dan masyarakat NTT yang mendapatkan surat pemberitahuan bantuan ADD untuk tidak menanggapi karena surat tersebut adalah penipuan. Ia menyampaikan apresiasinya kepada para kepala desa yang berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bappeda NTT sebelum melakukan transfer uang 3 persen dari total bantuan 500 juta rupiah per desa.  Pada kesempatan itu berlangsung negosiasi antara penipu yang  mencatut nama kepala Bappeda NTT  dengan kepala bidang satu Donald AN  mengenai mekanisme transfer dana 3 persen. Surat penipuan yang kopiannya diterima tirilolok ditanda tangani  Deputy Bappenas Dr. Slamet Seno Adji, MA dan Direktur Utama Lembaga Pengelola Alokasi Dana Desa RI, Ir. Rizki Ferianto, MA  dengan tebusannya kepada Menteri Bappenas, Menteri Keuangan,  Kepala Bappeda Provinsi dan beberap lembaga lainnya. (VN_01)

   
 
Sound:
footer2.jpg