RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 20-07-2011
  JONI TEDENS: PRIHATIN TERHADAP KEMAJUAN DUNIA LAHIRKAN FK METRA
  Ketua Forum Komunikasi Media Tradisional Provinsi NTT Joni Tedens, dalam sambutanya pada Pengukuhan dan Sosialisasi Forum Komunikasi Media Tradisional-FK Metra Tingkat Kota Kupang Rabu 20 Juli mengatakan, Cikal bakal lahirnya Forum Komunikasi Media Tradisional yakni, adanya keprihatinan Kementrian Komunikasi dan Informatika terhadap tingkat kemajuan telekomunikasi yang telah mencapai tingkat yang sangat maju.

Menurutnya, kejadian di belahan planet bumi ini diakses hanya dalam hitungan detik melalui Media internet, Televisi, Radio dan media cetak, namun di sisi lain masih ada masyarakat yang belum menjangkau kemajuan tersebut.

Akibat dari kesenjangan itulah, kementrian Kominfo merasa perlu, untuk menggunakan media tradisional yang ada sebagai sarana komunikasi antara pemerintah dan masyarakat , ungkap Joni.

Ia menegaskan, FK Metra bukan perpanjangan tangan dari pemerintah, namun yang menjadi tanggungjawab FK Metra yakni, mendukung segala program Pemerintah melalui kegiatan-kegiatan budaya untuk mengkampanyekan program yang diturunkan dari atas dan tidak menutup kemungkinan FK Metra memberikan masukan kepada pemerintah, tentang berbagai hal yang kurang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Sementara itu Wakil Walikota Kupang Daniel Hurek mengatakan, media tradisional, dalam hal ini Seni Pertunjukan yang secara tradisional dipentaskan di depan masyarakat, berfungsi sebagai sarana hiburan rakyat yang memiliki Sifat komunikatif, dapat diberdayakan sebagai media penyampaian informasi dan kritik sosial oleh pengguna.

Menurutnya, kehadiran FK Metra di kota Kupang sangat tepat, karena keberadaan media tradisional dewasa ini sangat memprihatinkan, bahkan di beberapa tempat bentuk-bentuk media pertunjukan sudah tidak ada lagi, sebagai akibat munculnya produk-produk pertunjukan dari luar yang lebih memikat .

Forum Komunikasi Media Tradisional tingkat Kota Kupang selama 5 tahun ke depan dikendalikan Pendeta Hengki Abineno sebagai ketua. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg