RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 13-05-2011
  WALIKOTA KUPANG: SIMPAN DANA SILPA DI BANKS SWASTA TIDAK SALAH
  Bertempat di ruang kerjanya kamis 12 Mei Walikota Kupang mengumumkan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan NTT kepada masyarakat Kota Kupang.

Walikota Kupang Daniel Adoe dalam penjelasannya mengatakan, berdasarkan hasil Pemeriksaan BPKP yang diterima Pemerintah Kota Kupang tanggal 27 April 2011, tidak ada kerugian keuangan daerah yang ditimbul oleh penyimpanan dana silpa 28 Milyar lebih di bank Sinar Mas.

“ Selain Sinar Mas masih ada beberapa bank swasta seperti bank BTN, Artagraha, Danamon, tempat pemkot menyimpan uang daerah karena PP 39 tahun 2007 membolehkan tindakan itu”, kata Dan Adoe.

Dan Adoe berujar, ada laporan yang disampaikan bahwa bunga uang disalahgunakan, merupakan informasi yang keliru.

Hal yang sama dikatakan Direktur Bank Sinar Mas. Menurutnya, “ bunga uang pemkot langsung diisi pada rekening milik Pemerintah, bukan ke rekening lain”. Menurut Dan Adoe, “ tuntutan berbagai pihak agar bunga uang harus dilihat setiap bulan merupakan hal yang tidak mungkin kecuali pada akhir tahun”. Dan Adoe menambahkan, untuk mendalami permasalahan tersebut Pemkot minta BPKP melakukan pemeriksaan selama kurang lebih dua bulan.

“ BPKP merupakan saksi Ahli jadi dia periksa dulu secara mendalam kalo ada temuan baru dilanjutkan ke proses hukum berikutnya”, katanya.

Pada Jumpa Pers tersebut Walikota membacakan hasil pemeriksaan BPKP yang isinya tidak menemukan kerugian keuangan daerah Pemerintah Kota Kupang, meski tindakan Gabriel Manuain mantan Kepala Bagian Keuangan menyimpan uang pemerintah di Bank Sinar Mas berupa simpanan berjangka Plus, Asuransi jiwa stabiling, Deposito berjangka, dan rekening giro, tidak mendapat persetujuan DPRD Kota Kupang.

“ Dia (Gab Manuain) lihat karena bunganya besar jadi dia simpan uang di Sana. Untung bunganya besar kalo tidak dia kena”, ujarnya.

Menurut Dan Adoe, ia patut mengklarifikasi permasalahan tersebut sehingga bisa diketahui public kota Kupang dan tidak dipolitisir menjelang sukesi Kepala Daerah tahun 2012. (VN-02)
   
 
Sound:
footer2.jpg