RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 10-05-2011
  KDRT DI NTT MENCAPAI 132 KASUS.
  Koordinator Pusat Pelayanan TErpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak Nusa Tenggara Timur – P2TP2A NTT, Nyonya Lince Pellu pada forum diskusi memperingati satu tahun P2TP2A NTT pada hari Senin (09/5) di aula rumah jabatan gubernur NTT menyebutkan, selama setahun pihaknya menangani 132 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga – KDRT yang dilaporkan ke P2TP2A NTT.

Dosen UNKRIS Kupang ini menambahkan, ada 8 kabupaten yang melaporkan kasusnya dengan jumlah terbanyak di kota Kupang.

Sementara itu, ketua dewan penasehat organisasi perempuan NTT, Nyonya Lusia Adinda Lebu Raya mengemukakan, “ perlu kerjasama dan terobosan berbagai kalangan dalam menangani korban KDRT sehingga tidak terulang”.

Karo Pemberdayaan Perempuan Setda NTT, Ibu Yovita Anike Mitak menyatakan, “ pemda NTT telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk menangani kasus KDRT di NTT”.

Kanit PPA Polda NTT, AKP Bertha Hala mengakui, “ penangangan kasus KDRT membutuhkan komitmen dan pendampingan berbagai pihak karena polisi seringkali sulit menggali informasi dari korban”.

Manejer Harian P2TP2A, Ibu Len Gah menyatakan, “ ia rela bekerja pada lembaga tersebut karena menjadi salah satu korban KDRT dengan harapan tidak akan ada lagi korban berikutnya”.

Ketua panitia HUT Pertama, Ibu Tuti Parera melaporkan selain Forum Diskusi pada hari Senin 9 Mei, dalam memperingati setahun lembaga P2TP2A ada kampanye stop kekerasan, upacara peringatan hut dan temu jaringan lintas lembaga peduli perempuan dan anak korban kekerasan.

P2TP2A yang beralamat di jalan Beringin nomor satu Kupang ini diresmikan tanggal 21 April 2010 oleh Wagub NTT Esthon Funay, memiiliki tugas memberikan pelayanan konseling, advokasi, pemulihan dan pemberdayaan bagi korban KDRT. (VN-01)
   
 
Sound:
footer2.jpg