RSS
 
 
 

TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  - TIRILOLOK.COM, 07-04-2011
  INDONESIA RAWAN KONFLIK AGAMA.
  Ketua Dewan Pertimbangan Persiden- DPP Bidang Hubungan Antar Agama, Kiai Haji Ma’ruf Amin dalam pertemuan dengan FKUB, Kominda, Perguruan Tinggi dan forum lainnya di ruang rapat sekda NTT hari Kamis Pagi mengemukakan, Indonesia sangat rawan konflik agama karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, terdiri atas berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda, baik suku, agama, budaya maupun ras yang bila tidak dikelola secara baik bisa terjadi perpecahan bila disulut provokator.

Menurut Ma’ruf, dalam sebuah Negara yang majemuk, tidak mudah untuk mewujudkan harmoni atau kerukunan di antara warga Negara karena masing-masing kelompok memiliki keyakinan, pendapat dan aspirasi yang bervariasi.

Ma’ruf yang didampingi sejumlah timnya mengemukakan, konflik antar umat beragama juga disebabkan karena persoalan pendirian rumah ibadah atau penyiaran agama yang tidak sesuai dengan aturan, salah faham atau penghinaan terhaap pemeluk atau smbol-simbol agama lain, sedangkan konflik internal umat beragama di Indonesia terjadi karena penafsiran yang salah terhadap ajaran agama, pemahaman liberal, penodaan agama.

Ma’ruf menambahkan, akibat rawan konflik inilah, ia ditugaska presiden untuk melihat dan mendengarkan kerukunan beragama di NTT yang nanti hasil pertemuan dengan forum lintas agama, lintas pemangku kepentingan akan disampaikan kepada presiden.

Pada kesempatan itu, ketua FKUB NTT, Romo Agustinus Parera menyampaikan keinginan tokoh agama NTT agar pemerintah membubarkan FPI, menegakkan hukum, mengembangkan pendidikan budi pekerti dan menghindari politisasi agama. Romo Agus menambahkan, pemerintah tidak boleh melakukan pembiaran kekerasan atas nama agama. Tokoh agama lainnya, Pendeta Viktor Sumlang, Pendeta Yesekial Hede, Romo Geradus Duka, Pr dan Jalahudin Mitang meminta pemerintah untuk meninjau kembali peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri yang menimbulkan multi tafsir.

Sedangkan dari perguruan Tinggi, Godlief Neonufa, Alo Liliweri, Daud Selan dan Adam Sadat meminta pemerintah untuk menegakan hukum, keadilan dan melakukan sosialisasi kerukunan dan agama pada kelas menengah ke atas.

Kakanwil agama NTT, Fransiskus Sega, Kepala Badan Kesbangpol Linmas NTT Sisilia Sona, wakapolda NTT Kombespol Endi Haryanto dan Asisten Dua Setda NTT, Andreas Jehalu menyatakan, kerukunan di NTT sudah baik yang dimulai dari kawin-mawin namun perlu diperjuangkan terus-menerus manakala terjadi konflik sara di luar NTT isunya bisa merambat ke NTT. (VN-01)
   
 
Sound:
footer2.jpg