TIRILOLOK News Detail

  Share on Facebook
   
  Kota Kupang - TIRILOLOK.COM, 30-07-2016
  IVA PAPSMEAR DI 1.558 TITIK BPJS KESEHATAN TOREHKAN REKOR MURI
 
photo
Dirut BPJS (kemeja putih) Erny Cahyo Kumolo Ketua TP PKK Pusat dan Ka BKKBn Pusat Surya Chandra Surapaty saat berada di antara para ibu yang sudah mendaftar untuk pemeriksaan IVA Papsmear 290716 jelang HARGANAS 2016 di Kupan
BPJS mencatat sejarah dalam pelayanan IVA/ Papsmear setelah melaksanakannya di 1.558 titik di Seluruh Indonesia. Direktur Utama BPJS Doktor Fahmi idris dalam sambutannya pada Pencanangan Gerakan promotif preventif Pemeriksaan IVA Papsmear kerjasama BPJS Kesehatan, Oraganisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja OASE, Kementrian Kesehatan dan BKKBN serentak diseluruh Indonesia di 1.558 titik layanan mengatakan, kegiatan tersebut tercatat dalam rekor Museum Rekor Indonesia-MURI sebagai penyelenggara Program Pemeriksaan IVA Papsmear terbanyak serentak di Indonesia.

Menurut dia, kegiatan IVA Papsmear dilakukan untuk mengetahui secara dini adanya kanker leher rahim, karena kanker Leher rahim merupakan penyebab kematian ibu nomor dua di Indonesia dan Nomor Satu di NTT.

Jumlah kasus kanker servix Januari Juni 2016 di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar 33,4 Milyar sementara di tingkat rawat inap ada 9. 381 kasus dengan total biaya sebesar 51 milyar lebih, urainya.

Ia meminta masyarakat melakukan deteksi dini melalui screening kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan, karena Kanker Servix umumnya baru diketahui setelah stadium lanjut.

Kapanpun bisa datang ke Fasilitas Kesehatan tingkat Pertama Puskesmas Biaya ditanggung oleh BPJS. Sampai sekarang ibu-ibu yang periksakan diri baru 2 persen seharusnya 80 persen, karena itu peran serta masyarakat sangat penting, ujar Fahmi.

Kepala BKKBN RI Surya Candra Surapaty mengatakan, apa yang dicanangkan BPJS masuk dalam Program Pencegahan terhadap upaya melawan kanker servix.

Kita juga Nanti memperkuat tindakan pencegahan dan saat pemasangan alat Kontrasepsi langsung didahului pemeriksaan Kanker Servix, kata Surapaty.

Menurut dia, Kanker rahim yang diobati sejak dini lebih murah karena itu ia akan membekali para penyuluh Lapangan KB untuk mendorong dan memperkuat informasi tersebut kepada masyarakat. (g)
   
 
Sound:
   
   
 
footer2.jpg